Sinopsis Update

Sinopsis Nakusha Episode 176 part 2 Diana


Sinopsis Nakusha Episode 176 part 2 Diana
Keringat tipis menetes di dahi Kala saat dia menelan tenggorokan ketat di tenggorokannya dan melihat wajah Balu dengan mata terbuka.
Jempol kanan Balu melepaskan kunci pengaman pistol yang ditujukannya pada dahi Kala, Jari telunjuknya menekan pelan perlahan.
Wajah Balu dengan cemberut tak kenal ampun dan mata mengebor di wajah Kala.
Mata Kala melebar dan dia meneguk cepat sebelum membesarkan telapak tangannya yang gemetar, secara longgar saat dia mulai gagap, Kala mengarahkan telapak tangannya yang gemetar ke dirinya sendiri dan berbicara dengan suara yang goyah, dengan cepat menggelengkan kepalanya.

Kala segera berhenti saat Balu menusukkan laras senapan itu ke glelia Kala, mendorong wajahnya ke belakang dengan kekuatan, Giginya kertakan dengan goresan jelas di tulang pipinya.
Otot leher Kala mengalami kejang sesaat dan dia mencoba untuk tidak menggoyang.
Wajahnya pucat, dia menekan bibirnya yang gemetar kencang.
Dia melihat jari Balu bergerak ke pemicunya dan meremas matanya.

Balu berdiri tegak, tangan kanannya memegang pegangan senapannya begitu kencang sehingga pembuluh darahnya di tangan menjadi menonjol.
Otot wajahnya rapat, dia bernafas dalam dan ribut, cuping hidung berkobar dan mata dingin dan flinty menyipit di wajah Kala.

Mata Balu dan mata Kala masih tertutup, bibir ditekan dan leher terasa kaku.
Dia berkeringat deras dan napasnya berhenti di dadanya yang menonjol.
Mata Balu tetap menatap wajah Kala dengan tatapan tajam, Sudut mulutnya melengkung tak berdaya.

Kala perlahan melepaskannya menekan kelopak mata dan dengan sembunyi-sembunyi membuka matanya untuk melihat wajah Balu dari bawah laras pistol yang ditujukan ke dahinya.
Kepala Balu miring di sebelah kirinya, dengan kasar, pistolnya ditujukan ke wajahnya, tetap tak bergerak.
Dengan suara hati yang dalam, Balu berkata dengan nada dingin, Kala membuka matanya lagi, bingung saat dia mencoba menarik napas lagi Pistol Balu masih mengarah ke dahinya, dia menekan bagian bawahnya di bawah giginya.
Dengan lubang hidung yang berkobar dia melihat Kala saat dia menelan gumpalan saraf lain tapi mendorongnya.
Mereka kembali memperhatikan Balu dengan jelas, Balu terus berlanjut.
Mata Kala terbelalak saat pistol masih stabil di keningnya, Balu memperhatikannya saat dia menekan rahangnya sedikit demi sedikit sejenak dan mulai berbicara dengan suara geram, Kala berhenti dalam keadaan terengah-engah saat dia mendengar Klik pada pemicu pistol itu.

Mata.
Bahunya bergidik saat dia mencoba melihat ke sekeliling dengan gemetar, napasnya meledak masuk dan keluar saat dia meneguknya dengan suara nyaring dan menggerakkan matanya yang goyah untuk melihat wajah Balu lagi.
Masih gemetaran, dia melihat pistol Balu hanya berjarak satu sentimeter dari telinga kirinya, hamparan asap tipis masih terlihat dari lubang laras.

Mata Balu tertuju pada mukanya.
Dia melihat dia dengan sedikit bergemuruh di lehernya.
Balu dengan agresif membungkuk ke depan dan berkata dengan suara serak, dingin, Balu mengangkat dan menurunkan alisnya sekali saat Kala menelan napasnya, air mata kemarahan mengalir keluar dari matanya dan Mencampur dengan keringat di philtrim nya, Balu menggelengkan kepalanya dan membuat suara mengejek.

Kala melihat silau Balu yang tajam di wajahnya.
Dia menggiling rahangnya dan mengibaskan cuping hidungnya, Menutupi lengan kirinya di dadanya dan mengepalkan bahunya, Balu meledak menjadi snigger mengejek, menggelengkan kepalanya, pistolnya sedikit menurun di bawah wajah Kala.
Kala, bingung, berjaga-jaga dengan alis terangkat saat Balu berpaling ke sisinya, di tumitnya dan terus terkekeh.
Mata Kala melebar karena marah dia melihat Balu dengan rahang yang menjepit dan cemberut terbentuk di wajahnya.
Balu berbalik melihat Kala lagi.
Tawanya langsung digantikan oleh senyuman yang tidak sampai ke mata saat dia melotot pada Kala dan berbicara dengan suara kasar, Kala melihat dia dengan wajah terjepit saat Balu menggetarkan kepalanya ke samping dan berkatayang menyenangkan.

Balu langsung menurunkan alisnya dengan tak percaya dan berkatanya.
Mata Kala melebar saat ia melihat Balu, dia masih bernafas lega, Balu melihat wajahnya dengan tatapan tajam dan mata Kala cepat bergerak di wajahnya, wajahnya terjepit saat Balu menggigit lidahnya mengejek dan berkatanya.

Balu tertawa terbahak-bahak, mengguncangnya.
Dada Kala terengah-engah saat dia berbicara dengan suara marah, melalui giginya yang menggiling, Balu terus tertawa saat Kala bertanya lagi dengan suara menyelidik.
Kemarahan Kala naik karena ketidaknyamanan respon Balu, dia berteriak marah.
Balu berhenti tertawa dan menatap Kala dengan mata menyipit, Kala menantang sudutnya Wajah dan bicaralah dengan rahang yang berdenyut.
Balu tertawa tak hormat, Menggelengkan kepalanya Kala melihat dia dengan mata marahnya yang bergerak di wajahnya.
Balu melihat Kala lagi dan berbicara dengan suara serak.

Kala mendengar dengan mukanya yang berkerut cemberut seperti yang dikatakan Balu.
Wajah Kala licin saat dia mendengarnya.
Kala mengepalkan giginya dalam kemarahan dan bagian mulutnya untuk berbicara tapi Balu melanjutkan dengan suara sarkastis yang lebih keras, sebelum Dia bisa.
Mata Kala melebar saat Balu melanjutkan dengan suara saracastic.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Nakusha Episode 175 part 3

0 Response to "Sinopsis Nakusha Episode 176 part 2 Diana"