Sinopsis Nakusha Episode 172 part 2 Diana
Diggu berkata kalau aku tidak ingin membalas dendam atau menyebabkan naku bersalah tapi hanya ingin membuatnya mengerti kalau aku tidak menculik datta dengan sengaja dengan motif sebelumnya.
Kembali ke rumah sakit dimana Naku sedang melakukan puja dan datta datang menemuinya.
Naku berdoa kepada tuhan kalau masa-masa sulit ini berlalu segera dan dia bisa menceritakan tentang bayi itu.
Beberapa anak meminta datta untuk menyalakan petasan dengan mereka saat itu datta membakar tangannya, Seorang dokter datang dan merawat lukanya sementara naku bersembunyi dari belakang dan melihat matanya yang beruban.
Dalam patil niwas semua merayakan diwali sementara Aai hilang dan tasha khawatir dengan mereka.
Baji datang dan meyakinkannya kalau dia akan mengunjungi mereka secara pribadi dan memeriksanya.
Datta sedang memasak saat itu baaji datang dan melihat dia dalam keadaan ini dan merasa sangat sedih.
Datta senang bertemu Baaji dan bertanya tentang semua orang di rumah.
Baaji berkata semua orang rumah merindukan kamu.
Datta berkata apa pun yang aku makan hari ini ialah sulit diperoleh ku, aku tidak memiliki ketegangan sekarang atau aku memiliki musuh atau ketegangan profesi lama ku.
Baji berkata kepada dutta kalau ibu akan sedih melihat kamu seperti ini sementara datta berkata kalau tidak ada seorangpun yang akan senang melihat aku makan"mehnat ki roti" Datta kemudian mempersiapkan dan memberi teh pada Baji.
Baji kemudian memberi uang pada datta untuk membeli tabung gas, tapi datta menolak berkata dia tidak akan mengambil uang yang belum dia dapatkan.
Dia mengatakan aku datang ke sini untuk memenangkan hati Nakusha jadi aku tidak ingin ada jalan pintas untuk ini.
Datta berkata kalau Nakusha sedang bekerja di dekatnya dan dia ingin aku menjadi kuat dan mandiri dan aku senang dengan skenario ini.
Baji menghargai datta untuk membuat teh dan datta berkata kepadanya kalau dia bukan lagi bhau tapi hanya datta.
Baji setuju dan meminta izin untuk bertemu Nakusha.
Nakusha bekerja di rumah sakit saat wanita lain menuduhnya malas dan tidak melakukan pekerjaan dengan benar dengan dalih kehamilannya.
Baji datang dan menyentuh kaki Nakusha dan
berkata kalau aku merasa ingin melakukan ini.
Nakusha bertanya tentang keluarga dan berkata kalau dia merasa nyaman di sini dan tidak perlu khawatir.
Baaji berkata kepada Nakusha kalau datta sudah banyak berubah untuknya dan sekarang mereka harus kembali ke rumah, Nakusha berkata bahkan aku menginginkan yang sama tapi kita harus menunggu sedikit lebih lama begitu dia berubah total kita akan segera kembali ke rumah.
Baji setuju dan berkata kalau aku akan menantikan kamu berdua untuk kembali ke patilwadi.
Nakusha menyuruh baji untuk tidak datang dan bertemu mereka lagi dan lagi karena ini akan membuatnya juga sedih.
Kala masih khawatir dengan penelepon anonim itu saat dia memanggilnya lagi.
Penelepon berkata kalau dia tahu segalanya tentang dia dan kala berkata kalau dia tidak takut padanya.
Penelepon tersebut berkata kalau aku ingin kamu melihat ketakutan dan menggeliat dalam ketakutan.
untuk datang dan menemuinya.
Penelepon tertawa dan memutus panggilannya.
Baji kembali dan berkata kalau keduanya berada di dekatnya dan kalian tidak perlu khawatir atas keselamatan mereka.
Baji menceritakan apapun yang dia lihat hari ini, baaji berkata aku dapat berkata dengan pasti kalau tidak ada yang bisa memisahkan tasha.
Diggu hadir dengan membawa buket bunga untuk bertemu Nakusha.
Nakusha menceritakan bagaimana bisa diggu berpikir kalau aku akan menerima anugerahnya.
Dia mengatakan aku tidak mau melihat wajahmu, aku tidak mau kamu dalam hidupku.
Digu berkata kalau dia datang untuk membantunya, dia tidak dapat melihat dia bekerja di rumah sakit sebagai pelayan.
Nakusha memberitahu kamu ingin mengurangi rasa bersalah kamu karena menculik tuan aku dan merusak hidup kita, aku tidak akan pernah memaafkan kamu untuk ini dan melemparkan nisan itu keluar.
Digu terus memanggilnya sebagai saheba dan memintanya untuk memaafkannya sekali.
Nakusha berkata kalau dia tidak ingin mendengarnya atau melihatnya dan berkata tidak ada yang bisa memisahkanku dari tuan.
Digu kembali ke rumah dan berbicara dengan foto Nakusha dan berkata semua yang aku tanyakan kepada kamu ialah satu kesempatan tapi sekarang kamu tidak memberi ku, kamu tidak membiarkan aku menjadi baik.
Diggu kesal mengapa dia tidak mempercayainya atau memberinya kesempatan untuk berubah.
Dia berkata dengan Datta, dia hanya akan menghadapi kesulitan dalam hidup, jika dia datang kepadanya, dia akan memberi semua nya semua kesenangan.
Sanjhana datang dan berkata kepada Diggu kalau dia seharusnya bahagia sekarang karena dia sudah membeli rumah sakit dan bisa membalas dendam pada Nakusha.
Diggu tidak menjawab dan keduanya pergi ke rumah sakit.
Di rumah sakit semua khawatir karena dipecat saat itu Nakusha mengenal penggalian sudah membelinya.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Nakusha Episode 172 part 3

0 Response to "Sinopsis Nakusha Episode 172 part 2 Diana"