Sinopsis Update

Sinopsis Sandya Episode 86 Part 4 By Sandya Indosiar


Sinopsis Sandya Episode 86 Part 4 By Sandya Indosiar
Sandya mengingat kata-kata Bhabo kepada Suraj,
kalau sandya gagal dalam ujian ini Suraj yang akan mengusirnya.
Sandya mencoba mengalihkan perhatian Maasa dengan mengatakan ada uban di kepala maasa.
Maasa khawatir dan langsung mencabutnya
Di kediaman Rathi,
telepon berbunyi dan chavi mengangkatnya.
Ternyata yang menelpon ialah laki-laki calon ipar meenakshi -Dilip-.
Dia mengajak chavi bertemu di kedai kopi dan mengobrol karna peremuan pertama mereka tidak berjalan dengan lancar.
Chavi kemudian menutup telpon.
Telpon berdering lagi,
Chavi kemudian mengangkat dan menutupnya lagi,
Meena menanyakan siapa gerangan yang menelpon dan chavi menjawab yang menelpon ialah 'pelanggan palsu'.
Meena mengerti apa yang dimaksud chavi dan menyuruh chaturi pergi.

Meena menanyakan mengapa dilip menelponnya.
Chavi balik menanyakan mengapa dilip mengajaknya bertemu kedai kopi.
Meena pun ikut brtanya-tanya.

Chavi mengingatkan dia menerima uang meena hanya utk menyembunyikan dari Bhabo,
hanya itu.

Bhabo dan Sandya sedang memotong-motong sayuran dan hanya saling memandang saja tanpa berbicara apapun.
Suraj kemudian datang dan Maasa menanyakan bagaimana pekerjaanya.
Suraj menjawab masih terus berusaha,
Maasa memberkati suraj dengan mengatakan apabila usaha yang dilakukan maksimal maka pekerjaan akan selesai.

Tiba-tiba seorang pria datang.
Maasa menyambut dan menyuruhnya duduk.
Pria tersebut mengatakan dia akan ke pushkar dengan mobil jeepnya dan menanyakan apakah Maasa membutuhkan sesuatu.
Maasa mengatakan mereka tidak memerlukan apa-apa di sana.
Pria tersebut mengatakan kembali ke Maasa jika ada orang yang ingin dia antar ke Puskar,
pria tersebut bisa membantunya.
Maasa mengatakan semua orang telah pergi.
Suraj khawatir dan berpikir bagaimana cara untuk meyakinkan Maasa kalau mereka ingin pulang ke Pushkar
BACA SELANJUTNYA : 
Sinopsis Sandya Episode 87 part 1

0 Response to "Sinopsis Sandya Episode 86 Part 4 By Sandya Indosiar"