Sinopsis Update

Sinopsis Sandya Episode 81 Part 4 By Sandya Indosiar


Sinopsis Sandya Episode 81 Part 4 By Sandya Indosiar
Vikram mengatakan dulu sebelum menikah Suraj melarang Mohit untuk bekerja di toko manisan tetapi sekarang Suraj telah berubah.
Vikram mengatakan Sandyalah yang telah mempengaruhi Suraj.
Bhabo tidak tahan dan mengatakan bagaimana bisa vikram berpikir demikian tentang kakaknya sendiri,
Kakaknya yang telah menyerahkan hidupnya demi keluarga ini.
Bhabo menyuruh vikram untuk mengurus istrinya sendiri dan berharap tidak akan terjadi apa-apa selama Bhabo pergi nanti.

Vikram menggoda bhabo dgn mengatakan semua orang disini takut kepada Bhabo tetapi Bhabo hanya takut pada Maasa seorang
Mohit sedang mengantarkan manisan ketika teman-temannya melihat dirinya.
Mohit mencoba bersembunyi tetapi ketahuan.
Teman-temannya menggoda Mohit.

Sandya di kamar sedang menggunting koran dan suraj menanyakan apa yang dia lakukan.
Sandya mengatakan dia sedang mencari pekerjaan untuk mohit.
Suraj terkesan dengan sikap Sandya.
Tiba-tiba angin berhembus dan potongan-potongan koran tersebut berantakan.
SurYa lalu mengumpulkannya.

Mohit dan Chavi menyalahkan Sandya atas apa yang telah terjadi.
Chavi mengatakan Sandya telah membuat Mohit menjadi seorang penjual manisan dan tidak ada seorang pun dapat berbuat apa-apa tentang hal itu.
Mohit mengatakan dia akan berusaha mencari pekerjaan lain dan ketika mendapat pekerjaan baru dia akan meninggalkan toko manisan.

Chavi berpikir Mohit akan mendapatkan pekerjaan baru dan masalah selesai,
lalu bagaimana dengan dirinya,
dia harus melakukan sesuatu sebelum sandya mengetahui kalau Chavi tidak lulus ujian.

Di kamar,
Bhabo tidak bisa tidur.
Bhabo mengingat perkataan Suraj tentang rasa percayanya kepada Sandya begitu juga dgn perkataan vikram tentang Suraj yang memberikan pekerjaan ke Mohit dll.
Bhabo berdoa agar Tuhan dapat menyelamatkan rumahnya dari kehancuran.
BACA SELANJUTNYA : 
Sinopsis Sandya Episode 82 part 1

0 Response to "Sinopsis Sandya Episode 81 Part 4 By Sandya Indosiar"